MUNGO – Dalam rangka membekali generasi muda dengan pemahaman agama yang aplikatif, Pemerintah Nagari Mungo sukses menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Penyelenggaraan Jenazah. Acara yang berlangsung selama dua hari, yakni pada Selasa dan Rabu, 30 Juni hingga 1 Juli 2026 ini, dipusatkan di Masjid Raya Balai Gadang Mungo.
Program edukatif ini terlaksana atas kerja sama sinergis antara Pemerintah Nagari Mungo dengan Majelis Ulama Nagari Mungo yang dipimpin oleh Dr. H. Amal Khairat, Lc., M.A. Pelatihan ini secara khusus menargetkan para remaja di wilayah Nagari Mungo sebagai peserta utama, dengan tujuan meregenerasi kader yang memiliki kompetensi dalam pengurusan jenazah sesuai dengan syariat Islam.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wali Nagari Mungo, Bapak Muhammad Suhardi, S.Pi. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya penguasaan ilmu fardu kifayah ini oleh kelompok usia muda.
"Generasi muda harus memahami serta menguasai tata cara penyelenggaraan jenazah sejak dini. Kemampuan ini sangat krusial karena merekalah yang akan menjadi penerus dan memegang tanggung jawab keagamaan ini bagi generasi selanjutnya di tengah masyarakat," ujar Bapak Muhammad Suhardi dalam arahannya.
Hadirkan Narasumber Kompeten dan Kurikulum Komprehensif
Guna memberikan pemahaman yang mendalam dan terstruktur, panitia penyelenggara menghadirkan sejumlah narasumber dan pakar di bidangnya untuk mengisi materi selama dua hari pelaksanaan, yaitu:
-
Fiqih Jenazah I (Sakaratul Maut hingga Memandikan)
Materi dasar dan krusial mengenai penanganan awal saat menghadapi orang yang sedang sakaratul maut hingga prosesi memandikan jenazah dipaparkan secara detail oleh Dr. H. Amal Khairat, Lc., M.A.
-
Fiqih Jenazah II (Mengkafani hingga Menguburkan)
Tahapan berikutnya mengenai tata cara mengkafani secara benar dan efisien hingga proses pemakaman (menguburkan) disampaikan oleh Dr. H. Amal Khairat, Lc., M.A.
-
Persoalan Fiqih Setelah Mayat Terkubur
Untuk meluruskan berbagai tradisi dan pemahaman di masyarakat, materi mengenai adab-adab melayat serta hukum fiqih seputar kegiatan pasca-penguburan (seperti pembacaan Surat Yasin, hukum menembok kuburan, dan lain sebagainya) diulas secara interaktif oleh Ustadz Zaky Umara.
-
Sesi Praktik Kelompok dan Evaluasi
Agar para peserta tidak hanya memahami teori, pelatihan ini juga memprioritaskan sesi simulasi langsung secara berkelompok. Praktik ini dipandu secara intensif oleh Ustadz Aldi Fitrius. Rangkaian pelatihan kemudian ditutup dengan sesi tanya jawab serta evaluasi komprehensif yang dipimpin kembali oleh Dr. H. Amal Khairat, Lc., M.A.
Harapan ke Depan
Melalui pembekalan intensif ini, Pemerintah Nagari Mungo menaruh harapan besar agar ilmu yang telah diserap oleh para remaja tidak hanya menjadi sekadar pengetahuan teoretis, melainkan dapat diimplementasikan secara nyata di tengah masyarakat. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna menyisir lebih banyak generasi muda di berbagai jorong.
Dengan terbentuknya generasi penerus yang siap, terampil, dan berani dalam melaksanakan pengurusan jenazah secara benar sesuai syariat Islam, Nagari Mungo diharapkan tidak akan kekurangan kader pelaksana fardu kifayah pada masa yang akan datang. Langkah ini sekaligus menjadi fondasi kuat dalam membangun karakter pemuda yang religius, peduli sesama, dan aktif berkontribusi dalam kehidupan sosial-keagamaan di lingkungan tempat tinggal mereka.