Upaya pelestarian sejarah dan budaya lokal terus dilakukan melalui pendekatan yang lebih kontekstual dan berkelanjutan. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler I Universitas Andalas tahun 2026 menyerahkan buku berjudul “Bunga dan Bisikan dari Nagari Mungo” kepada Pemerintah Nagari Mungo pada kegiatan Monitoring dan Evaluasi Program Kerja KKN, Rabu (4/2/2026). Penyerahan buku tersebut menjadi bagian dari program kerja yang dirancang sebagai bentuk pelestarian sejarah nagari melalui media literasi anak. Program ini berangkat dari kebutuhan untuk menghadirkan kembali sejarah lokal dalam bentuk yang lebih mudah diakses generasi muda, khususnya siswa sekolah dasar kelas 1, 2, dan 3.
Dalam proses penyusunannya, mahasiswa KKN melakukan penelusuran terhadap sumber utama sejarah lokal, yakni Tambo Nagari Mungo Barih Balobeh Adaik Salingka Nagari. Tahapan penulisan sudah melalui metode penelitian ilmu sejarah yakni heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi.Tambo tersebut kemudian disarikan dan ditransformasikan ke dalam pola bahasa yang lebih sederhana tanpa menghilangkan nilai adat dan substansi historis yang terkandung di dalamnya. Pendekatan ini dilakukan agar muatan sejarah tetap terjaga, namun dapat dipahami oleh pembaca usia dini.
Program penulisan buku ini diposisikan tidak sekadar sebagai produk literasi, melainkan sebagai instrumen pewarisan pengetahuan lokal. Melalui buku tersebut, sejarah Nagari Mungo diperkenalkan kembali secara sistematis kepada generasi muda, sehingga nilai adat dan identitas nagari tidak terputus oleh perubahan zaman.
Wali Nagari Mungo, Muhammad Suhardi, S.Pi, menyampaikan bahwa kehadiran buku ini membantu pemerintah nagari, khususnya niniak mamak, dalam mengenalkan kembali sejarah dan budaya nagari kepada anak-anak. Menurutnya, buku tersebut dapat menjadi media pembelajaran yang praktis tanpa harus melakukan sosialisasi berulang kali dalam bentuk ceramah atau pertemuan khusus.
Program kerja ini menunjukkan bahwa pengabdian mahasiswa tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi diarahkan pada penguatan dokumentasi sejarah lokal dan penguatan identitas nagari melalui pendidikan sejak dini. Dengan demikian, pelestarian budaya tidak hanya bergantung pada ingatan lisan, melainkan juga diperkuat melalui karya tertulis yang dapat diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.